Home > News > Hot Off the Press > Ketua Umum TI DKI Hadiri UKT Geup Rock Star Gym (RSG)

Hot Off the Press

Ketua Umum TI DKI Hadiri UKT Geup Rock Star Gym (RSG)

Rock Star Gym untuk kesekian kalinya melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup 10 – 3, bertempat di Lippo Mall Puri Indah CBD Jakarta Barat pada Minggu, (13/5).  UKT diikuti sebanyak 422 siswa peserta yang berasal dari 9 Club  RSG yang tersebar di Jabodetabek, yakni : RSG Plaza Indonesia, RSG Gandaria City, RSG Mall of Indonesia, RSG, Kota Kasablanka, RSG Bintaro Xchange, RSG Pluit village, RSG Lippo Mall Puri, RSG Kemang village dan PIK Avenue.

Penguji UKT yang telah dilaksanakan ke 9 kali ini terdiri dari para pelatih yang memiliki standard kompetensi khusus menguji yang ditunjuk oleh RSG. Mereka adalah sabeum Edy Djunaidy, Anggun Bhirowo, sabeum Ical, sabeum Novan, sabeum Hari Purnomo, sabeum Alfa P, sabeum Ryan  dan sabeum Faiz.

Menurut salah seorang penguji, Edy Djunaedy, mengatakan bahwa UKT yang diselenggarakan oleh RSG merupakan syarat utama bagi para siswa untuk mengukur sejauhmana kompetensi yang dimilikinya dapat menentukan naik ke Geup berikutnya atau tidak. Menurut Edy, mulai UKT kali ini, RSG sangat ketat untuk menentukan tingkat kalayakan para siswa, apakah memang layak naik ke Geup berikutnya atau tidak.

Ditambahkan Edy, kelayakan kompetensi siswa itu juga dikaitkan dengan sejauhmana penilaian Digital Appraisal Card yang dimiliki oleh atlet yang telah dinilai oleh para pelatih selama ini, menentukan orientasi siswa. Hal tersebut dilakukan karena menurut Edy, RSG berupaya meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi para siswa nanti yang secara serius memiliki interest untuk berkarir sebagai atlet. Salah satu orientasi RSG inilah yang menjadi fokus, bahwa pelaksanaan UKT menjadi bagian penting dari pengidentifikasian, sekaligus proses penyelekesian atlet RSG untuk kepentingan prestasi atlet dimasa yang akan datang.

“Kita sudah tekankan dan sosialisasikan kepada para siswa dan orang tua, bahwa dengan adanya standard baku kurikulum Pendidikan di RSG, maka UKT menjadi ultimate point bagi siswa. Apakah mereka layak naik ke geupberikutnya atau tidak. Melalui Digital Appraisal Card atau report card yang dimiliki para siswa, kemudian diuji kompetensinya melalui praktek baik kyorugi maupun poomsae, RSG akan dapat lebih efektif dan selektif mengakomodasikan kebutuhan orientasi para siswa.  Apakah yang bersangkutan akan diarahkan nantinya menjadi atlet profesional, atau siswa cukup menjadikan taekwondo sebgai sport education bagi pembentukan karakter kepribadian mereka.” Ujar Edy yang juga menjabat sebagai Kebid Litbang Pengprov TI DKI Jakarta itu.

UKT kali ini juga menjadi sangat special karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) DKI Jakarta, Mayjen TNI Ivan Pelealu, SE, MM. Beliau didampingi Kepala Bidang Pembinaan Prestasi, Coki Tanjung.

Ketua Umum TI DKI itu mengapresiasi secara positif dan mengucapkan terima kasih kepada RSG, khususnya kepada jajaran panitia yang terlibat terkait pelaksanaan UKT yang berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh para orang tua siswa itu. Dirinya mengatakan bahwa pelaksanaan UKT di RSG ini terlihat sarat dengan persiapan yang matang dari sebuah proses pembinaan yang terstuktur secara manajerial. Bahkan dirinya memberikan penekanan, bahwa pola inilah yang seharusnya menjadi salah satu bagian penting dari proses pembinaan dan pengembangan taekwondo dan perlu menjadi contoh bagi klub-klub yang lain.

“Sesuai dengan penjelasan dari manajemen RSG tentang pendidikan dan pengembangan olahraga taekwondo di RSG ini, Saya melihat UKT di RSG menjadi ajang penentuan akhir bagi ultimate goal proses pembelajaran dan pelatihan taekwondo yang kurikulumnya sudah ditetapkan standard yang diterapkan sama diseluruh cabang RSG. Ini pekerjaan yang sangat bagus bagi para pelatih untuk menentukan kualitas siswa atau atletnya. Ini menandakn bahwa proses manajerial pengelolaan dojang atau klub terlihat sangat profesional sekaligus membuktikan pertangungjawaban terhadap sebuah produk sport education kepada para orang tua dan siswa.” Terang Ivan.

Lebih lanjut Ivan menjelaskan bahwa dengan adanya proses manajerial tersebut, kita bisa melihat bahwa kurikulum Pendidikan dan pelatihan, penilaian serta tolok ukur pembinaan sangat terpogram dengan baik. Dari saat perencanaan, pengorganisasian, pengendalian hingga pengawasan. Itu semua ternyata dilakukan secara konstruktif dengan melibatkan pendekatan sport science dan psikologi Pendidikan tumbuh kembang anak yang melibatkan kerjasama antara pelatih, orang tua dan para pakar.

“Luar biasa, ini membuktikan bahwa pekerjaan Dojang/ klub dan pelatih yang profesional terlihat di RSG dengan baik.” Ujar Jenderal bintang dua ahli strategi itu yang kini duduk sebagai pejabat penting di Lemhanas.

Back to list
« Previous
Hot Stuff